Monday, January 23, 2017

The Beginning

Semua bermula ketika Ras Manusia yang mulai menggabungkan ketujuh kerajaan dipimpin oleh kerajaan Aver dari selatan memulai invasinya ditanah tak tersentuh yaitu Ara, 1 juta pasukan ditempatkan dipulau tanpa penghuni tersebut, meskipun pulau ini tak berpenghuni namun cukup dekat dengan Reodor benua Ras Orc dan Elves, mengetahui Ras manusia mulai membangun peradaban dipulau tersebut, Reodar pemimpin 3 Negara Orc mengirim pasukannya yang berjumlah 500.000 kepulau Ara, suasana semakin memanas, Ras manusia mulai membangun benteng-bentengnnya, Ras Orc mulai membangun post-post keamanan, 1 bulan sudah berlalu setelah pembangunan tersebut, kedua ras masih tetap damai, setelah 2 bulan kemudian salah satu kuli bangunan Orc ditemukan tewas ditempat pembangunan, Reodar yang murka karena salah satu orc mati ditempat antara Manusia dan Orc dia langsung membuat keputusan untuk menyerang Ras manusia yang berada dipulau Ara, tak ada ampun bagi mereka semua, Ras manusia yang mendengar kabar itu langsung menyiapkan pasukan mereka dibenteng benteng yang sudah dibangun dan segera menghentikan pembangunan benteng.

Hari pertempuran, pasukan Orc sudah membangun tenda-tendanya tidak jauh dari benteng pasukan manusia, 100.000 pasukan sudah dikirim ketempat itu, sementara di ras manusia mengirim 250.000 pasukannya dibawah kepempinan jendral Rhanes untuk menempati benteng

Pagi hari setelah fajr mulai naik, embun masih terasa, burung-burung masih berkicau dipohon, padang rumput ditiup angin pagi yang begitu menyegarkan, mulai muncul suara rentakan ratusan ribu pasukan Ras Orc yang dipimpin Gar’thak berlari menuju benteng ras manusia, suara terompet sangkakala bangsa manusia mulai dibunyikan, debu-debu itu mulai membumbung tinggi, seperti asap api di padang rumput, Jendral Rhanes menyeru kepasukannya untuk segera bersiap, pasukan kuda, dan pasukan pembawa pedang dibelakang benteng, pasukan pemanah diatas benteng, jendral Rhanes berdiri tegak diatas tiang tertinggi benteng Ras manusia, tak lama kemudian sebuah bongkahan batu jatuh ditengah-tengah pasukan manusia, lalu diikuti batu-batu raksasa lain, lemparan balasan ras manusia juga dimulai.

“300 meter, luncurkan!” kata Rhanes, tak lama kemudian sebuah batu api itu dilemparkan, “pemanah besi! Bersiap! Serang!” panah-panah dan tombak dari pasukan pemanah pengguna elemen besi itu mulai dilemparkan, tanah yang dipijak bangsa manusia itu bergetar menyambut kedatangan bangsa Orc, “Hancurkan tanpa ampun, beri mereka pelajaran, Bangsaku Rasku, Semuanya! Hancurkan manusia manusia itu!” Suara Gar’thak diatas Serigala, bangsa Orc sudah mulai menaiki benteng itu dan membunuh pasukan-pasukan manusia diatas benteng, Gar’thak mengayunkan kapaknya terus-menerus, kepala-kepala manusia mulai berjatuhan, dada Orc yang semula tak ada darah hijau yang mengalir, mulai berjatuhan, tubuh- tubuh yang semula tak memiliki luka dini hari tadi, sekarang sudah tak memiliki kepala, kaki, dan tangannya, ayunan pedang dan lemaparan tombak tak pernah terhentikan, Rhanes melompat dari singgasananya dan memimpin pasukannya untuk menyerang bangsa Orc yang sudah melewati benteng “maju! Demi Alliansi manusia, Majulah pasukanku!” pasukan itupun menyambut bangsa Orc dengan pedangnya.
Matahari sudah terbenam, namun api pepearangan masih terlihat terang, kilat menyambar dari kedua arah, tanah naik dan turun, kayu-kayu itu terbang dan kembali kepenggunanya, begitupun dengan besi-besi yang dilemparkan, pedang dan kapak berterbangan, kebanggan yang muncul setelah membunuh telah sirna setelah terbunuh, kekuatan yag begitu dahsyat membuat kedua kubu tak pernah berhenti saling menyerang.
Pagi hari itu sangat berbeda dari hari-hari dulu sebelumnya, mayat bergelimpangan, tanah itu warnanya merah dan hijau, potongan tubuh banyak ditemukan, Rhanes membawa tombak besi ditangannya dirinya dikelilingi Orc yang sangat menginginkan kepalanya, “biar aku saja yang menghabisinya” Gar’thak muncul membawa kapaknya “bunuhlah aku Gar’thak, apa yang kau tunggu?” kata Rhanes, “bagaimana kalau kau lemparkan dulu itu tombakmu, lalu akan kukabulkan keinginanmu untuk mati”, Rhanes segera melemparkan besinya kearah kepala Gar’thak namun dengan sigap Gar’thak menangkap besi itu seraya berkata “tombakmu yang membunuhmu, akan kukirim dirimu ke mereka, dengan penuh rasa hormat Rhanes, Hahaha” Gar’thak melompat kearah Rhanes lalu mengujamkan tombaknya di dada Rhanes berkali-kali “apakah masih ada manusia yang hidup? bunuh saja mereka, kita tak butuh tawanan, yang kita butuhkan adalah pertarungan! Hraaaaarhhh” semua pasukan Orc  berteriak keras, menandakan mereka telah menguasai daerah itu.

Meskipun benteng masih berdiri kokoh, namun pemiliknya sudah berganti. Pertempuran pertama sudah dimulai, kabar kekalahan pasukan manusia terdengar sampai di telinga pemimpin ketujuh kerajaan, sehingga membuat Raja pemimpin ketujuh kerajaan melakukan pertemuan, ada Harres yang memimpin Aver, Dimetlodon yang merajai Gaires, Sherra yang merajai Gaoren, Rousu  yang merajai Guraga, Nemesis yang merajai Nuvarian, Kazan yang merajai Narradesh, Ellenar yang merajai Harbrish.

Dimetlodon: 250.000 pasukan kita kalah tanpa menyisakan satupun, seharusnya kita  menyiagakan lebih dari sejuta pasukan disana
Sherra: 250.000 itu sudah sangat cukup, untuk membuat kita mengirim pasukan lagi.

Rousu: aku akan mengirimkan 500.000 pasukan lagi ke Ara. Jangan kalah lagi, kita harus merebut kembali benteng itu.
Harres: memang seharusnya seperti itu, kita akan menirimkan 3.500.000 pasukan lagi kesana. Setiap kerajaan akan mengirim 500.000 pasukan dan dipimpin oleh 1 jendral.

Semua Raja itupun menyetujuinya, dan mengirim pasukan lagi ke Ara. Mendengar berita itu Reodar sebagai ketua pemimpin 3 Negara Orc langsung mengirimkan berita keseluruh penjuru Negara “Bagi mereka yang menginginkan bertempur melawan musuh kita di Ara, kami membutuhkan kalian yang bersedia, Orc membutuhkan kalian para pejuang!” setelah berita itu menyebar, puluhan juta Orc langsung mendatangi Ibukota Negara mereka untuk menjadi bergabung, namun yang dibutuhkan Reodar tak lebih dari 2 juta pasukan, sehingga mereka melakukan kualifikasi untuk itu, dan tentu saja, dari sekian puluh juta penduduk Negara, hanya 2 juta saja yang diperbolehkan untuk berangkat berperang dan itu adalah yang terbaik diantara yang terbaik.


Peperangan akan lebih besar lagi, Orc yang semula hanya ada 500.000 pasukan sekarang telah menjadi 2.425.000 pasuka, sementara di Ras manusia yang semula ada 1.000.000 pasukan kini telah menjadi 4.750.001 pasukan, dan dari 250.000 pasukan yang kemarin bertempur, hanya ada 1 manusia yang dikembalikan Orc, seorang bocah manusia berumur 13 tahun yang bertugas sebagai pembawa air untuk pasukan manusia.

No comments:

Post a Comment